PUISI

Jeritan Kasih

Dalam kesunyian batin pengembara terpaku

Menatap keremangan yang melilit jiwa

Jiwa yang berlari mencari cahaya

Tuk menyinari realitas hidup yang sungguh ironis

          Semilir angin membawa kabar

          Merangsang indra menatap kesal

          Pada rasional dunia yang penuh duka

Kehidupan yang terus menyisahkan resah

Dalam kebingungan pengembara merangkak

Menyusuri sudut-sudut jiwa yang lesuh

Jiwa yang merana karena keegoisan

Jiwa yang mati karena dikianati

          Kala mentari manampakan diri

          Terlukis megah kecurangan yang lahir di negeri ini

          Tak ada arti mulut suci para jelata

          Tuk menyaairkan senandung jiwa yang tergontai

Kesal dunia yang membara

Pekiknya terus menyemburkan amarah

Membantai moral memupuk kejahatan

Menghukum kasih menghojat kebenaran

          Teriak tangis tuk menyemir iba

          Merangkak langkah tuk mengemis kasih

          Namun, laksana Nipon mereka bertindak

          Melarat santun sang raja bertindak

Kini telah lahir dunia yang terbenam dalam dosa

Dunia yang egoistis dan hedonistis

Dunia yang berjalan tanpa cinta

Dunia yang megah akan ketidakadilan

Dalam kisah kaum papa diangkat

Disanjung dalam manisnya kata

Dibelai dengan butiran janji

Tuk merasuk jiwa tanpa ada nilai kemanusiaan

Kandang adalah senandung kisah yang utama

Palung adalah butiran janji yang luhur

Namun, kenyataan hanyalah derita

Kaum papa terus merana

Apa itu cinta?

          Apa itu keadilan?

          Apa itu kasih?

          Dunia telah mati.

Oleh Fr. Dollyn, OCD

Akankah???

Dalam dekapan  malam yang sunyi

Aku terjaga dalam kehampaan

Menatap hidup dalam porter kelabu

            Sejenak batin menyemir kisah

            Menoreh realita yang tergambar gunda

            Melukis langkah yang tergontai lesu

Dalam kebisinagan hidup                          

Sejenak kuraih langkah

Menguping dalam keheningan batin

Menatap penuh harap dalam kebisuan

            Dalam kegundaan harap

            Aku bertanya tanpa kata

            Mereka mencari jawab

            Menyapa merayu alam

Akankah ada keabadian?

Akankah ada kepastian?

Akankah ada kebenaran?

            Aku terus menyapa keheningan

            Meraba kegelapan malam

            Tukku cari sepenggal syair

            Yang terbenam terlampau dalam

Yang hidup akan mati

Yang tertawa akan menangis

Yang gembira akan bersedih

            Kematian itu kepastian

            Kesedihan itu kepastian

            Kesendirian itu kepastian

            Kehidupan itu misteri.

Oleh Fr. Dollyn, OCD